EDUKASI

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL

Santri

Sejarah adalah rangkain puzzle dari berbagai lukisan para pelaku, dan sejarah Indonesia salah satunya di goreskan oleh santri dan para ulama. Jauh sebelum Indonesia berdiri para ulama dan santri nusantara telah berjuang menorehkan tinta sejarah.

Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftafani, Kertosuro. Ngaji kitab Tafsir Jalalain kepada Kiai Baidlawi Bagelelan yang dimakamkan di Gadekan Bantul, Yogyakarta. Terakhir Abdul Hamid kepada Kiai Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang. Abdul Hamid kelak memimpin perang Jawa 1825-1830, perang paling merugikan Belanda . Abdul hamid adalah nama santri dari Pangeran Diponegoro.

Adalagi seorang putri bupati Jepara, kakeknya adalah Kyai Haji Mardirono tokoh agama di Teluk Awur Jepara, karena prihatin dengan nasib wanita di zamannya yang tidak di perbolehkan belajar ilmu pengetahuan dia dirikan sendiri sekolah keputrian. Dia adalah murid dari Kyai Soleh darat, karena saat itu pemerintah kolonial melarang mengajar bahasa arab maka kyai Soleh darat membuat bahasa khusus Arab Pegon, tulisan arab dengan bahasa jawa untuk memudahkn mengajari putri tersebut . Kelak dia dikenal sebagai simbol kebangkit wanita dialah RA Kartini.

Ulama lain bergerak melakukan perlawanan baik dengan belanda maupun orang – orang yang memuja dunia di ranah minang dia di kenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol, karena dakwahnya lah orang minang dan melayu mempunyaj slogan
Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah.

Jaman pergerakan Syarikat Islam di dirikan oleh Haji Syaman Budi , sebagai organisasi modern pertama kali di Indonesia yang kemudian di besarkan oleh ulama HOS Cokroaminoto yang merupakan mentor para pahlawan semacam bung karno, tan malaka, kyai agus salim . Beliau terkenal sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota dengan slogan
Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.

Lalu munculah KH Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah di tahun 1912, di sisi lain sahabat beliau KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama di tahun 1926 yang sebelumnya di awali berdiriny Tashwirul Afkarm, Nahdlatul Wathan, dan Nahdlatut Tujjar. Ketiganya merupakan embrio dari NU , Tashwirul Afkarm fokus pada pemikiran, Nahdlatul Wathon pada pendidikak dan Nahdlatul Tujjar pada Ekonomi. Organisasi diatas di dirikan oleh KH Wahab Hasbullah atas restu dari KH Hasyy Asy’ari.

Dan puncaknya adalah saat revolusi fisik 1945, ketika sekutu ( Inggris ) berniat membantu Belanda menjajah kembali Indonesia bung karno meminta saran kepada Kyai Hasyim Asy’ari soal mempertahankan negara dari penjajah, dan Kyai Hasyim berfatwa Fardu’ain. Fatwa Jihad yang di keluarkan 22 Oktober 1945 menjadikan landasan bagi para kyai dan santri membela negara. Maka munculah laskar Hizbullah – Sabilillah beranggotakan ribuan santri dari berbgai pesantren di jawa dengn di pimpin para kyai seperti kyai Subkhi Temanggung, Kyai Abbas buntet, mbah Manap Lirboyo.

Mereka dengan ribuan santri dari penjuru negeri terlibat langsung pertempuran Surabaya, pertempuran yang di akui Inggris sebagai Neraka paska perang dunia ke 2. Yang menewaskan 2 jendralnya

Setelah itu nama ulama dan santri terus berjuang ada Ki Bagus Hadikusumo di tim 9 BPUPKI , Mochamad Natsir ketua Masyumi yang merumuskan ide mosi integral 1950 yang menjadikan Indonesia kembali menjadi NKRI setelah sebelumnya negara serikat, ada Buya Hamka , the old Man Kyai Agus Salim.

Saat ini kiprah santri telah terlihat di berbagai bidang, dari pengusaha ,aparat , pejabat sampai tetap menjadikan dakwah dan ilmu sebagai medan perjuangannya. Kedepan berharap santri akan semakin kompetitif dengan berbagai skill untuk memajukan bangsa. Apalagi Wakil Presiden saat ini adalah santri sekaligus ulama di harapkan ini menjadi motivasi agar para santri terus berkarya untuk bangsa .

Ada 3 persoalan mendasar yang harus di perhatikan para santri agar Indonesia bisa maju
1. Ekonomi, di akui atau tidak umat islam yang mayoritas di Indonesia bukan yang memegang kendali ekonomi. Dan ini menjadi PR para santri kedepan untuk merumuskan ekonomi yang berkeadilan bersama pemerintah sehingga ketimpangan bisa terus. Di tekan
2. Pendidikan adalah prioritas kedua yang harus di perhatikan juga karena daya saing Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain bahkan dengan vietnam sesama negara ASEAN
3. Persatuan, di tengah naiknya politik identitas dan golongan dan polarisasi paska pemilu yang masih terasa para santri harus berperah aktif menjaga persatuan di kalangan umat

Mari menjadi santri Penjaga agama dan negeri agar tercipta Indonesia yang baldatun ,toyibatun warrobun, ghofur .
Selamat hari santri , Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia.

penulis: Slamet Surachmat
Foto : Santri al-amien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *